(Episode
10)
IBADAH
UCAPAN SYUKUR
Sebulan kemudian, di
Minggu pertama Desember 2015, kebaktian gabungan yang diadakan pada pk 10 WIB sebentar
lagi berlangsung. Satu per satu pengunjung berdatangan. Ev. Yakob berdiri di
depan pintu utama gedung gereja dan dengan penuh semangat menyalami para
pengunjung. Disapanya mereka semuanya. Bagi yang belum dikenalnya, ia tidak
segan menanyakan namanya.
Ev. Yakob sangat senang
melihat para pengunjung yang datang. Di antaranya ada keluarga Arman yang
terdiri dari Arman, Tami dan kedua anaknya Bayu dan Ayu. Arman dan keluarganya
walau belum sepenuhnya pulih, namun mereka dengan penuh suka cita datang ke
gereja ingin mengikuti kebaktian. Keluarga ini sudah memutuskan dengan bulat
untuk menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Hal ini bukan
karena seluruh biaya pengobatan mereka selama di rumah sakit ditanggung oleh
pihak gereja, namun mereka melihat dan merasakan sendiri pertolongan Tuhan
sungguh nyata saat menghadapi pergumulan yang begitu berat. Kuasa Allah sungguh
mengherankan.
Ada juga Amy dan
anaknya Jonas. Di samping itu mereka juga ditemani dengan Terry yang sebelumnya
sering mem-bully Jonas. Namun sekarang Terry telah kembali menjadi teman akrab Jonas
dan dia sudah dianggap anak oleh Amy. Terry bahkan datang bersama papa dan
mamanya! Sungguh mengharukan melihat keluarga Terry telah bersatu kembali.
Terry sekarang mendapat kelimpahan kasih sayang dari kedua orangnya juga
sahabatnya Jonas dan Amy. Kalau dulu ia menjadi biang keributan di sekolah,
sekarang perilakunya berbeda 180 derejat. Hidupnya tidak lagi sama. Ia sekarang
menjadi berkat bagi teman-temannya di sekolah. Perubahan hidupnya ini selain
karena pulihnya keluarganya, ia juga telah menyaksikan sendiri mujizat nyata
yang menyatukan keluarganya.
Ada juga tamu yang
secara mengejutkan datang. Ada Deny yang walau masih dalam pergumulan , namun
sudah bersedia ikut kebaktian. Ia ingin mengikuti teladadn dari penolongnya
yaitu Ev. Yakob. Ev. Yakob terus membimbing dan mengawasinya agar tidak lagi
menjadi pencuri atau melakukan hal-hal bisa merugikan dirinya sendiri.
Ada juga Bang Rocky, sang
penjual nasi goreng. Setiap malam ia masih menjual nasi goreng. Terkadang
Yakob, Deny dan Jonas mampir menikmati nasi gorengnya. Nasi gorengnya kian
bertambah laris. Hal ini disebabkan perubahan pelayanan Bang Rocky. Kalau dulu
ia lebih mementingkan rasa nasi goreng, sekarang ia menambahnya dengan
keramahan sehingga pembelinya betah berlama-lama dan berbicara serta berbagi
pengalaman dengannya.
Belum lagi ada dokter
dari rumah sakit Karmel yang telah menangani keluarga Arman. Beberapa dokter
dari rumah sakit ini memang merupakan orang-orang percaya. Mereka senantiasa
mendoakan pasien mereka dan meminta pertolongan Tuhan agar mereka berhasil
mengobati dan mengoperasi (bila diperlukan) pasien mereka. Pasien yang
sepertinya sudah kehilangan asa, di tangan mereka pasien tersebut mendapat
harapan baru.
Ev. Yakob sangat senang
melihat orang-orang yang baru dikenalnya sudah datang mengikuti kebaktian. Itu
adalah buah pelayanannya bersama-sama rekan-rekan sepelayanannya. Dia dan
seluruh jemaat bahu membahu menyambut para pengunjung baru dan membagikan
kehangatan dan pertolongan bagi jiwa-jiwa yang tersisih dalam kehidupan. Hal
ini terjadi karena orang percaya berada dalam hadiratNya.
Pada saat manusia menyerahkan
dirinya sepenuhnya kepada kehendak Bapa di sorga, maka ia akan berada dalam
hadiratNya dan melaksanakan perintah agung untuk memberitakan berita
keselamatan pada setiap orang. Selanjutnya terserah siapa pun yang
mendengarnya. Tidak masalah pendengarnya mau menerima atau tidak , amanat sudah
dilaksanakan.
Sambil menantikan waktu
mulai beribadah, Simon yang bertugas sebagai liturgos alias pemimpin liturgi
mengajak para pengunjung untuk bernyanyi lagu DI HADIRATMU AKU PUAS. Setelah
itu tepat pada waktunya ibadah dimulai. Lonceng berbunyi 10 kali menandakan
bahwa ibadah dimulai pk 10 WIB. Liturgi mengalir dengan lancar dari satu bagian
ke bagian. Simon pandai menjaga suasana ibadah. Pujian diseling dengan doa,
nats Alkitab menjadi satu bagian yang saling melengkapi. Lagu-lagu mengalir
dengan penuh semangat untuk menyuarakan sukacita orang percaya.
Di hadiratMu aku puas
Di hadiratmu aku bebas
Di hadiratMu ada trang kehidupanku
Pernyataan kuasa kekuatanMu
Di hadiratMu kudatang persembahkan lagu
Di hadapan Rajaku
Lalu diikuti dengan
lagu lainnya “Di HadiratMu Kubersujud
Di hadiratMu ku bersujud
Menikmati kehadiranMu
Kubuka hati saat ini
Tuk mendengar suaraMu
FirmanMu Tuhan yang sungguh benar
Menerangi jalanku
FirmanMu Tuhan menuntun hidupku
Kubersyukur padaMu
Setelah itu menyusul
lagu , DI HADAPAN HADIRATMU
Di hadapan hadiratMu ya Bapa
Kudatang dengan penuh kerinduan
Di hadapan hadiratMu ya Bapa
Segala keangkuhan hilang
Kusembah Kau ya Bapa
Kusembah Kau ya Tuhan
Kutinggikan namaMu Yesus
Dalam hidupku, dalam hidupku slalu
Lalu diikuti dengan
lagu dalam bahasa Inggris besutan Paul Wilbur berjudul In Your Presence
In Your presence
That's where I am strong
In Your presence
O Lord my God
In Your presence
That's where I belong
Seeking Your face
Touching Your grace
In the cleft of the Rock
In Your presence O God
I want to go
Where the rivers
Cannot overflow me
Where my feet are
On the rock
I want to hide
Where the blazing
Fire cannot burn me
In Your presence O God
I want to hide
Where the flood of
Evil cannot reach me
Where I'm covered by the blood
I want to be where
The schemes of darkness
Cannot touch me
In Your presence O God
You are my firm foundation
I trust in You all day long
I am Your child
And Your servant
And You are my
Strength and my song
You're my song
Seeking Your face
Touching Your grace
In the cleft of the Rock
In Your presence O God
In Your presence
Jonas merasa senang
berada di gereja saat itu. Hatinya merasa damai. Dia melihat ada mahluk-mahluk
hitam berusaha masuk ke dalam gedung gereja, namun sinar terang yang memancar
dari seputar gereja menghalanginya. Jonas tidak mengetahui dari mana asal sinar
itu. Demon terus berusaha dan tidak mengenal putus asa. Mereka terus memaksa
untuk menerobos dengan cara apa pun. Bahkan ada demon yang kesakitan setelah
berusaha menembus sinar terang yang mengelilingi gereja. Mahluk hitam ini menghalalkan
berbagai cara. Ada satu cara aman yang dapat ditempuh sang mahluk. Ia berusaha
menembusnya dengan memasuki raga pengunjung yang datang. Sayangnya usaha ini
juga tidak mudah. Mereka tidak bisa memasuki para pengunjung yang memang telah dikuasai
oleh ‘sinar terang’.
Amy , mama Jonas, juga
merasakan sukacita. Ia dapat mengenali enersi kasih ilahi begitu dahsyat yang memacar
dari pengunjung kebaktian di sekitarnya. Ia tahu itu adalah kasih yang bukan
sembarangan. Itulah kasih yang selalu memberi dan penuh pengorbanan. Enersi
yang juga dirasakan saat Yakob membantunya dengan tulus. Persekutuan dari
orang-orang percaya membuat enersi yang terpancar menjadi luar biasa.
Jonas, Amy, Terry, orang
tua Terry, keluarga Arman , Deny, Rocky serta para pengunjung gereja yang baru
pertama kali hadir masih asing dengan lagu-lagu yang dinyanyikan. Namun karena
lagu-lagunya sederhana dengan melodi yang menawan membuat mereka dengan mudah
mengikuti dan mencoba menyanyikannya. Herannya saat mereka bernyanyi, seperti
ada enersi yang mempersatukan mereka dengan pengunjung lainnya dalam puji-pujian.
Pujian mereka bersatu menjadi persembahan harum di hadapan Tuhan.
Setelah puji-pujian dinaikkan,
lalu Pastor Peter yang
menjadi pembicara naik mimbar lalu menyampaikan salam.
Syalom,
Terdengar salam balasan
dari para pengunjung yang mengucapkan kata yang sama yang berarti salam damai.
Setelah Pastor Peter memohon penyertaan Tuhan untuk penyampaian firman Tuhan
dalam doa, ia pun menyampaikan khotbahnya yang bertema Coram Deo (di Hadirat
Tuhan)
Sebagai
orang Kristen, hidup kita tidak boleh jauh dari hadirat (hadapan) Tuhan. Orang
percaya harus hidup bersama Tuhan. Tuhan seharusnya hadir dalam diri dan hidup
setiap orang Kristen. Tanpa hadirat Tuhan kehidupan rohani kita tidak punya kekuatan
dan mempunyai dampak bagi orang-orang di sekeliling kita. Tanpa hadirat Allah,
maka orang Kristen seperti ranting yang tidak memiliki sumber makanan dari
batang pohon lalu cepat atau lambat kerohaniannya akan kering bahkan mati. Sehingga
jangan sampai kita kehilangan hadirat Tuhan. Jangan sampai kita lari dari
hadapanNya!
Pada
tangal 3 September 1889, seorang bayi lelaki lahir dalam sebuah keluarga Sikh
di Utara India. Ia diberi nama Sundar Singh. Hidup keluarga Sundar makmur. Mereka
memiliki rumah bagus dan banyak makanan, berbeda dengan tetangga-tetangga di
sekitarnya. Ibu Sundar bergelar "Sikh Bakhta" (seorang yang dianggap
suci dalam agama Sikh) dan membimbing Sundar menghafal isi Gita (kitab suci Sikh). Sundar bertumbuh dan berusaha untuk menjadi
seorang Sikh yang saleh. Ia juga mempelajari dan membaca buku-buku Hindu dan
Islam. Sikh memang mengizinkan penganutnya untuk mempelajari buku-buku agama
lain. Namun hal itu tidak memuaskan keinginannya dalam mengenal kebenaran.
Dalam
menempuh pendidikan, Sundar memilih sekolah Kristen yang dikelola misionaris
Inggris. Hal ini disebabkan suhu udara India sangat panas dan perjalanan ke sekolah
pemerintah sangatlah jauh. Saat itu Sundar diajari Alkitab walau tidak menerima
kebenarannya. Bahkan sejak kematian ibunya, Sundar membenci dan menganiaya orang
Kristen dan kemudian berhenti dari
sekolah. Ayahnya melihat Sundar membakar sebuah Alkitab sampai habis. Sang Ayah
mengingatkan bahwa ibunya pernah mengatakan bahwa Alkitab adalah buku yang
baik, namun Sundar tak peduli.
Sundar
merasa kehilangan dan takut karena agama yang dianutnya tidak memberi kedamaian
yang diinginkannya. Akhirnya ia bermaksud untuk bunuh diri dengan menabrakkan diri pada kereta yang sedang
melaju. Namun sebelum melakukannya, Sundar berdoa kepada Tuhan dan memohon
tanda bahwa Dia benar-benar ada. Tuhan pun menjawab. Sundar menyampaikan ke
ayahnya bahwa Yesus menampakkan diri kepadanya dalam sinar yang sangat terang. Yesus
berkata bahwa Ia datang untuk menyelamatkan Sundar. Sejak itu Sundar berubah.
Ia menjadi Kristen dan melayani Yesus sampai akhir hayatnya. Keluarganya berusaha
mengubah pendirian Sundar. Mereka menawari uang agar Sundar kembali ke agama Sikh.
Namun Sundar menolak. Mereka pun berusaha membunuhnya dengan memasukkan racun
ke dalam makanannya. Setelah gagal, mereka pun mengucilkan Sundar.
Sundar
dibaptis saat berusia 16 tahun dan memutuskan untuk menjadi seorang Sadhu
Kristen. Sadhu adalah guru agama berjubah kuning yang mengajar dari satu tempat
ke tempat lain dengan berjalan kaki.. Mereka sangat bergantung belas kasihan
orang lain untuk makan dan tempat tinggal. Sundar pun memulai perjalanannya ke
berbagai tempat sambil memberitakan firman Tuhan. Ada beberapa orang yang memberinya makan dan
tempat tinggal, tetapi ada pula yang berusaha mencelakai atau membunuhnya.
Sundar tidak pernah membalas orang yang mencelakainya. Ia terus menyanyikan
atau menceritakan kasih Tuhan. Hal ini membuat banyak orang melihat kesaksian Sundar
sehingga mereka menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Walau berbahaya,
Sundar sangat rindu untuk memberitakan Injil ke Tibet dengan pegunungan
Himalaya yang sangat curam dan sulit diseberangi. Karena hanya memakai sandal
saja, kaki Sundar selalu berdarah saat berusaha mencapai Tibet. Banyak bahaya
yang di hadapinya seperti badai salju yang menyulitkan penglihatan, macan tutul
salju yang suka menyerang dan membunuh juga penganiayaan dari penduduk Tibet (Sundar
pernah dimasukkan ke sumur dalam kondisi tangan patah selama 3 hari dan kemudian
dibebaskan secara ajaib). Namun Sundar bertekad memberitakan Injil kepada
orang-orang Tibet.
Selama
pelayanannya, Sadhu Sundar senantiasa berada dalam hadirat Tuhan yang menjadi
kekuatan dan penghiburannya. Ia mengalami banyak mujizat dan banyak orang menjadi
percaya setelah mendengarkan khotbahnya. Suatu hari di tahun 1929, dalam
perjalanan ke Tibet Sundar menghilang tanpa pernah ditemukan jasadnya. Sadhu
Sundar telah menjadi teladan hidup orang yang diubahkan oleh Yesus. Kesaksian
melalui pengalaman hidupnya menjadi contoh orang yang sangat rindu memberitakan
Injil.
Para jemaat dan
pengunjung mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh Pastor Peter dengan penuh
konsentrasi. Tidak ada yang tertidur ataupun bosan. Pastor Peter memang pandai
memainkan intonasi suaranya dan menggambarkan kisah tentang Sundar Singh dengan
begitu baik dan bersemangat. Jonas yang menyaksikan dari kursi jemaat dapat
melihat lingkaran cahaya yang memancar dari kepala Pastor Peter. Ia tidak
mengetahui bahwa itulah halo. Ia memandang takjub dengan keindahannya. Ia terus
menyimak khotbah Pastor Peter dengan penuh konsentrasi.
Kali
ini kita akan belajar dari Kitab Yunus pasal 1 ayat 1-17. Khususnya ungkapan “jauh
dari hadapan TUHAN” yang muncul sebanyak tiga kali yakni di ayat 3 (2 kali
muncul) dan 10 (1 kali muncul) . Dikisahkan
Allah menitahkan Nabi Yunus untuk pergi ke Niniwe, yang penduduknya merupakan
musuh bangsa Israel. Allah memintanya untuk berseru kepada penduduk Niniwe agar
bertobat dari kejahatannya yang sangat luar biasa. Yang mengherankan Yunus
dengan sengaja mengabaikan perintah Allah dengan melarikan diri ke tempat yang
jauh (Tarsis). Yunus tidak mau musuh bangsa Israel itu diselamatkan. Yunus pun melarikan
diri dari hadirat Tuhan. Dengan menolak perintah Tuhan berarti ia tidak lagi
bersama Tuhan! Berbeda dengan Sundar Singh yang walaupun menghadapi marabahaya
di Tibet, ia tetap taat untuk memberitakan Injil ke India dan Tibet sehingga
banyak orang bertobat di sana.
Perjalanan
Yunus melarikan diri ke Tarsis dilakukan dengan sengaja (ayat 10). Ia melarikan
diri sejauh-jauhnya dari Niniwe yang menjadi tempat tugasnya. Ia ingin berada “jauh
dari hadapan TUHAN.” Seakan-akan ia bisa berada jauh dari Allah. Yunus memang
sengaja tidak ingin Allah hadir karena ia merasa perintah Allah itu ”tidak
patut”. Sebagai seorang nabi yang mengabarkan berita keselamatan, tentulah
Yunus dikasihi oleh Allah yang mahahadir. Walaupun tingkah laku Yunus seperti
anak yang mencoba kabur dari orang tuanya, namun Allah tetap hadir dalam
kasihNya. Ungkapan “jauh dari hadapan TUHAN” di sini berarti “jauh dari hadirat
TUHAN yang penuh kasih.”
“Jauh
dari hadapan atau hadirat TUHAN” adalah perilaku yang disebabkan oleh adanya
dosa dalam kehidupan kita. Dosa hadir saat manusia memberontak dari perintah
Tuhan. Seperti juga manusia pertama, Adam dan Hawa saat melanggar perintah
Allah untuk tidak memakan buah tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat.
Mereka memakan buah larangan itu dan melanggar perintah Allah. Mereka jatuh
dalam dosa. Lalu mereka pun sembunyi dari hadirat Allah. Mereka ingin berada
jauh dari hadirat Allah. Dosa membuat manusia terpisah dari kehadiran Allah.
Untuk mencegah dampak dosa yang lebih besar, Allah pun mengusir mereka dari
Taman Eden. Jauh dari hadirat Tuhan menjadi sebuah hukuman bagi manusia. Sesungguhnya
berada “di hadirat TUHAN” adalah hal yang sangat indah. Setelah manusia tahu
bahwa tanpa kehadiran Allah maka hidupnya menjadi susah dan rusak, lalu manusia
mulai mencari Allah. Manusia ingin kembali berada dekat dengan Allah dan menikmati
baitNya. Sampai pemazmur menyatakan dalam Mazmur 84:11, “Sebab lebih baik satu
hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri
di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
Sementara Pastor Peter
menyampaikan khotbah, selain pengunjung di gereja GeYeSKu yang mendengarkan,
juga ada mahluk-mahluk lain yang tak kasat mata baik para malaikat maupun para
roh jahat (demon). Memang demon tidak bisa berada dekat orang-orang yang
percaya karena pancaran enersi ilahi yang ada, namun para demon berusaha untuk
membuat para orang percaya untuk tidak menyimak khotbah dengan baik. Demon
mendengarkan firman Tuhan dengan tujuan diputarbalikkan.
Ada
yang berkata bahwa dosa itu nikmat; namun nikmatnya dosa bersifat sementara dan
menghancurkan. Sesungguhnya tinggal di hadirat TUHAN, jauh lebih indah.
Sayangnya manusia, seringkali lebih tergiur oleh kenikmatan dosa, dan melupakan
keindahan hadirat Allah yang melimpah dalam kehidupannya. Yunus bukan saja lari
jauh dari hadirat Allah , bahkan ia pun turun ke dalam ruang kapal yang paling
bawah, seakan-akan di situlah tempat persembunyiannya yang paling aman (ayat
5). Begitulah pandangan manusia berdosa yang ingin kabur ke tempat yang paling
jauh, paling dalam dan paling gelap agar tidak tertangkap! Namun Tuhan yang
maha tahu dan maha kuasa, mengikuti permainan Yunus. Sehingga awak kapal
mencampakkannya ke dalam laut, tempat yang lebih jauh dan gelap. Bukan itu saja
Tuhan pun mendatangkan seekor ikan raksasa yang menelan Yunus sehingga Yunus
tinggal di dalamnya selama 3 hari tiga malam. Ikan ini kemudian masuk ke dasar
laut. Yunus yang sudah jauh, dalam dan rendah tingkatnya dibuat benar-benar
sampai ke tingkatan terendah! Seakan-akan Allah berkata, “Kamu mau lari dari
hadapanKu? Baiklah Saya kabulkan. Sekarang kamu berada di tempat yang sangat
jauh , dalam dan gelap!”Yunus pun memberinya pengalaman yang melampaui
pikirannya. Ia dibawa ke dasar lautan yang dalam dan gelap! Saat manusia lari
dari hadapan Allah, maka ia akan berada di tempat yang jauh dan gelap. Tidak
ada lagi terang!
Yunus
sudah berada pada situasi yang paling jauh dari Tuhan. Akhirnya ia menemui
jalan buntu dan tidak dapat kemana-mana lagi. Di situlah ia menyadari
kekeliruannya, bertobat dan mau kembali melakukan firman Tuhan. Demikianlah
orang percaya. Seringkali Tuhan harus menariknya sampai ke tempat yang paling
dalam dan gelap untuk mencairkan kekerasan hatinya dan bertobat! Sampai
akhirnya manusia menyadari bahwa ia perlu Tuhan dan ingin berada dalam
hadiratNya. Dengan kejatuhan manusia yang terdalam, barulah ia menyadari bahwa
Allah benar-benar ada dan ia membutuhkanNya dan rindu akan hadiratNya.
Janganlah membuat Tuhan melakukan hal yang serupa dalam hidupmu! Bertobatlah!
Sundar
Singh walau tangannya dipatahkan dan disekap dalam sumur, namun ia bisa
bertahan. Ia bisa merasakan hadirat Tuhan yang memberinya kekuatan. Ia terus
berada bersama Tuhan sampai akhirnya. Ia menjadi alat di tanganNya untuk
memberitakan Injil bagi orang India dan Tibet sehingga banyak yang percaya.
Itulah buah orang percaya yang terus hidup dalam hadiratNya.
Saat
ini apakah kita mau terus hidup jauh dari hadapanNya sampai Allah membiarkan
engkau mengalami kegelapan yang paling gelap dan kedalaman yang paling rendah
agar engkau mau bertobat? Jangan biarkan itu terjadi, karena pasti tidak
mengenakkan. Hidupmu akan menderita! Untuk mengangkatmu dari kegelapan dan
kedalaman itu, Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal Tuhan Kristus menjadi
jalan untuk mengangkat kita sehingga kembali ke permukaan. Yesus Kristus telah
datang ke dalam dunia untuk menerangi kegelapan dan mendekatkan kita dengan
Allah. Jangan engkau menolaknya! Kehadiran Yesus berkorban dengan mati di kayu
salib menjadi sarana agar engkau bisa berada bersama Allah, agar engkau bisa
berada dalam hadiratNya! Jangan sia-siakan kesempatan ini. Engkau yang belum
bertobat dan percaya, waktunya mungkin sudah tidak banyak lagi. Bila memang
engkau mau selamanya berada di kegelapan yang paling gelap, di kedalaman yang
tak terselami, di tempat yang terdapat gemeretak gigi dan ketakutan yang
mengerikan, maka engkau akan binasa. Tidak ada sesuatu dan seseorang pun yang
bisa menolongmu lagi. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Percayalah kepada Tuhan
Yesus bagi engkau yang belum percaya kepadaNya! Berikan diri untuk hidup
terus-menerus menikmati hadirat Tuhan yang penuh kasih.
Bagaimana
cara agar hidup dalam hadirat Tuhan? Setelah kita meninggalkan dosa, percaya
kepada Tuhan Yesus, menerimaNya sebagai Juruselamat satu-satunya dalam hidup
dan lahir baru, kita harus bertekun dalam dua hal:
1. Bergaul dengan Allah melalui Alkitab yang
merupakan Firman Allah. Terus membaca Kitab Suci dan bersaat teduh. Jangan
pernah lupakan makanan rohani ini setiap hari!
2. Berdoa dan bergaul dengan Allah dan jangan
biarkan kita mengandalkan kemampuan , kepandaian dan rasio kita sendiri.
Sebelum melakukan kegiatan atau mengambil keputusan bawalah semuanya kepada
Allah.
Kedua
hal ini adalah dua aspek terpenting dalam kehidupan Kristen kita. Mintalah
pimpinan dan penerangan Roh Kudus agar kita dapat memahami firmanNya.
Kiranya
hadirat Allah yang penuh kasih senantiasa ada dalam kehidupan kita, dan
terwujud nyata melalui buah Roh yang melimpah dari kehidupan kita. Hidup kita
membawa dan membagikan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri saat berhubungan dengan
keluarga, rekan kerja, saudara seiman dan masyarakat. Beritakanlah kabar baik
tentang hadirat Allah. Ceritakan kepada orang-orang di sekeliling kita.
Ingatkan mereka agar tidak menjauh dari hadirat Allah, melainkan tetap hidup
berpegang pada Injil dan hidup dalam hadirat Allah yang penuh kasih. Amin.
Para pengunjung sangat
merasakan semangat dan roh mereka dibangunkan. Mereka disegarkan kembali untuk
hidup dalam hadirat Tuhan. Lemak-lemak rohani yang telah membelenggu mereka
selama ini, berhasil diangkat. Para pengunjung berjanji dalam hati untuk terus
mengevaluasi kehidupan mereka dalam dunia ini agar tidak berada jauh dari
hadirNya. Bagi yang belum percaya, mereka pun merasakan perlunya pertobatan.
Sungguh khotbah yang luar biasa! Membawa penyegaran rohani bagi yang
mendengarkan. Pastor Peter telah menyampaikan berita kabar baik dengan penuh
berapi-api. Saat tubuh tuanya berdiri di depan, ia bukan lagi orang yang lemah.
Ia dapat menyampaikannya dengan penuh kuasa. Hanya hamba Tuhan yang berada
dalam hadiratNya yang mampu melakukan hal itu.
Usai khotbah, kebaktian
terus mengalir dengan lancar. Para pengunjung kembali diajak untuk memuji Tuhan
dan berdoa. Para pengunjung juga diajak untuk menyatakan imannya dengan
Pengakuan Iman Rasuli. Akhirnya ibadah selesai, para pengunjung pun beramah
tamah dan saling membagi sukacita dan berkat yang telah mereka terima dan
nikmati. Pastor Peter, Ev. Debora, Ev. Yakob, Simon dan para majelis lainnya berdiri
di depan pintu masuk untuk menyalami seluruh jemaat. Jemaat dan pengunjung
kembali ke rumah masing-masing dengan penuh sukacita. Sebagian jemaat masih
terus berada di gereja untuk melakukan aktifitas-aktifitas gerejawi.
Sementara
itu para demon yang diberi tugas untuk menjauhkan umat percaya dari persekutuan
orang-orang kudus sedang membuat laporan kepada Sang Bos.
“Jadi
berapa jumlah yang hadir hari ini?” Sang Bos menatap tajam si pelapor.
“300
orang Bos” dengan takut-takut si pelapor menyebutkan angka.
“Apa?
Bukannya bulan lalu baru 250 orang?” Sang Bos mencoba mengingat-ingat. Lalu
berpikir apakah ia salah dengar.
“Benar
Bos!” si pelapor sudah mempersiapkan diri.
“Kurang
ajar! Jadi kamu semua telah gagal? Rasakan ini…!” Sang Bos meluap kemarahannya.
Titahnya
tidak dijalankan, berarti celaka buat para pelaksananya.
DES……!!
DUGH….1! DES….!!
Seperti
dilanda angin ribut, para demon bertebangan dan berjatuhan.
Sang
Bos tidak menyudahi begitu saja.
Dilontarkannya
enersi iblis penyiksa nya pada tataran tertinggi.
Tangannya
menjadi merah membara.
Para
demon yang melihatnya melihat dengan mata ngeri.
Namun mereka sudah paham. Tidak ada jalan
menghindar.
“HIAT…….!!”
Seru Sang Bos dan terdengar suara mencicit mengikutinya.
SIUTTT……..
DESS…..
“ARGHHH……!!”
terdengar jeritan ngeri dari para demon itu.
Sang
Bos tidak peduli, apakah demon yang satu berhasil dan yang lain gagal.
Semuanya
mendapat hukuman yang sama.
Tubuh
roh sang demon terbakar api neraka.
Api
yang menghanguskan.
Api
ini memang tidak akan mematikan mereka. Namun dampaknya lebih parah.
Mereka
merasakan kesakitan yang sangat.
Mungkin
bagi mereka lebih baik mati daripada menderita sengsara seperti itu.
Namun
memeng begitulah tujuan dari Sang Bos.
Tidak
ada kata ampun buat yang gagal.
Sang
Bos menatap marah dan jengkel kepada para bawahannya.
Sebenarnya
ia ingin melontarkan sekali lagi enersi iblis penyiksa-nya, tapi ia tahu kalau
sampai dilakukan, maka para demon itu akan binasa selamanya. Dan ia tidak mau
itu terjadi. Lebih baik memberi mereka rasa takut agar dapat bekerja dengan
baik nantinya.
Setelah
puas melihat hasil perbuatannya, Sang Bos kemudian melesat dari tempat itu dan
menghilang.
Di
tempat lain, para malaikat juga berkumpul.
Mereka
merayakan kemenangan orang-orang percaya di GeYeSKu.
Jumlah
pengunjung yang hadir di kebaktian dan persekutuan di GeYeSKu sudah meningkat.
Tidak
sia-sia semua upaya dan doa dari orang-orang percaya di GeYeSku.
Mereka
telah dengan sungguh-sungguh berdoa dan berbuat untuk kemuliaan nama Tuhan
Yesus.
Namun
ini bukan merupakan akhir, tetapi masih dalam proses.
Siapa
yang tidak tahu bahwa selama masih ada kehidupan di dunia, pertempuran antara
gelap dan terang tidak akan pernah selesai.
Mereka
bertugas melindungi orang-orang percaya alias orang-orang kudus milik Allah
Tritunggal. Dan sudah menjadi kartu mati yang tidak ditawar-tawar bahwa mereka
semua akan melakukan tugas itu bahkan dengan tebusan nyawa mereka sekali pun!
Berakhir sudah novel
perdana dari penulis ini. Kiranya segala kemuliaan hanya bagi Allah di tempat
yang tertinggi. Haleluyah. Amin.
-T A
M A T-

No comments:
Post a Comment